25 C
Bandung
Monday, February 16, 2026

Buy now

Amien Rais Kecewa Pernyataan Prabowo tak Akan Reshuffle Kabinet

BANDUNGEDUN.COM — Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais, menyatakan kekecewaannya mendalam atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan tidak akan ada reshuffle kabinet. Pernyataan Prabowo pada Kamis (12/6) di Jakarta Convention Center (JCC) itu, menurut Amien Rais, telah “menghempaskan harapan bangsa Indonesia.”

“Prabowo mengatakan, ‘Saya tidak ada rencana mau reshuffle. Iya kan, sementara saya menilai tim saya bekerja dengan baik dan kita buktikan minggu demi minggu hasil capaian yang kita lakukan’,” kata Amien mengutip Prabowo disampaikan lewat akun YouTube-nya, Sabtu.

Amien Rais berpendapat bahwa sebagian besar anak bangsa menaruh harapan besar pada Presiden Prabowo untuk segera meninggalkan “berbagai kebobrokan yang diwariskan Jokowi si penipu ulung” dan melangkah membangun kembali Indonesia. Namun, harapan itu kini “sedikit banyak hampa.”

Amien Rais menyoroti komposisi kabinet Prabowo yang disebutnya “kabinet Gendut Prabowo” atau “kabinet merah putih” yang terdiri dari 48 menteri, 5 kepala badan, ditambah 56 wakil menteri, sehingga total lebih dari 100 orang. Ia mengklaim bahwa “kurang lebih separuhnya adalah titipan Jokowi.”

“Ini bukti betapa hormat dan takzimnya Prabowo pada Jokowi. Dalam bahasa Jawa, Pak Prabowo sangat suyut ya pada gurunya itu. Dan ketika dengan suara menggelegar suatu ketika Pak Prabowo meneriakkan hidup Jokowi, hidup Jokowi itu memang serius mendalam dari lubuk hati, bukan basa-basi,” ujar Amien.

Ia mengaku sulit mencerna bagaimana sosok Prabowo yang berkaliber internasional bisa menjadikan Jokowi sebagai gurunya.

Dengan pernyataan tidak akan ada reshuffle dan penilaian bahwa tim kabinetnya sudah baik, Amien menyimpulkan bahwa Prabowo ingin “memelihara status quo” atau mengawetkan warisan Jokowi. “Tidak perlu ada perubahan,” katanya.

Menurut Amien, Prabowo seolah tidak melihat masalah-masalah besar dan krusial yang menentukan nasib bangsa, seperti pergolakan OPM di Papua, angka pengangguran dan kemiskinan yang meluas dan meningkat. Ia juga secara spesifik mengkritik keputusan Mendagri Tito Karnavian yang “ugal-ugalan” menyerahkan empat pulau milik Aceh ke Sumatera Utara, di mana gubernurnya adalah menantu Jokowi, yang disebut menimbulkan ketegangan politik.

“Sayang sekali Pak Prabowo masih diam,” imbuh mantan Ketua MPR itu.

Amien bahkan menyebut Prabowo, yang pernah ia sebut sebagai “Soekarno jilid 2,” ternyata memiliki “pengapesan” atau titik lemah, yaitu “takut sama Insinyur Teknologi Kayu” – sebuah sindiran untuk Jokowi.

“Jadi kita sudah bisa menyimpulkan pola kepemimpinan Mas Prabowo yaitu satu mesti takut sama Jokowi, kedua masih takut sama Jokowi dan ketiga masih takut sama Jokowi bahkan juga takut sama Gibran,” pungkas Amien Rais. Ia menutup pernyataannya dengan doa untuk kebaikan bangsa dan negara. (RIS)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles