24.1 C
Bandung
Tuesday, February 10, 2026

Buy now

Brehoh memilih diam Jika ada yang Absurd

Ada jenis keanehan yang tidak meledak-ledak, tidak berisik, tapi pelan-pelan menggerogoti kewarasan orang lain yang melihatnya. Keanehan yang muncul bukan karena niat jahat, melainkan karena ketidakmampuan seseorang memahami dirinya sendiri. Dalam absurditas semacam ini, orang itu sering tampil sebagai korban sekaligus aktor utama—meminta ditolong, lalu menolak pertolongan dengan cara paling aneh yang bisa dibayangkan.
Awalnya tampak sederhana. Ia hadir dengan narasi lemah, seolah dunia berhutang empati padanya. Kata-katanya mengundang simpati, gesturnya meminta perhatian. Orang-orang datang, menawarkan waktu, nasihat, bahkan perasaan. Tapi di situlah absurditas mulai bekerja. Bantuan tidak benar-benar diinginkan; yang dicari hanyalah pengakuan bahwa ia memang layak dipandang sebagai pusat cerita.
Ketika pertolongan datang, ia tidak sembuh. Ia justru berubah bentuk. Dari yang semula meminta tolong, menjadi sosok yang melayang-layang dalam keanehan sendiri. Media sosial menjadi panggung favorit—tempat ia menulis hal-hal ganjil, potongan pikiran yang tidak utuh, kalimat yang seolah bermakna tapi menolak untuk dipahami sepenuhnya. Ada aura “aku menderita” bercampur dengan “lihat aku”, dan kombinasi itu terasa janggal sekaligus melelahkan.
Inilah absurditasnya: penderitaan yang dipertahankan, bukan untuk disembuhkan, melainkan untuk dipamerkan. Seakan-akan luka adalah identitas, dan sembuh berarti kehilangan peran. Maka setiap upaya membantu justru dianggap ancaman. Orang yang menawari solusi dicurigai. Orang yang tidak bereaksi dianggap kejam. Semua respon salah, kecuali kekaguman pasif terhadap kekacauan yang ia pertontonkan.
Dari luar, situasinya terasa seperti menonton orang berputar-putar di tempat yang sama, sambil berteriak bahwa ia sedang berjalan jauh. Ia menolak arah, tapi menuntut dipahami. Menolak kejelasan, tapi marah ketika orang tidak mengerti. Di sinilah brehoh mulai lelah—bukan karena benci, tapi karena sadar bahwa absurditas ini tidak memiliki pintu keluar yang bisa dibuka dari luar.
Albert Camus pernah bicara soal absurditas sebagai benturan antara keinginan manusia akan makna dan dunia yang diam. Tapi dalam versi kecil sehari-hari ini, absurditas muncul ketika seseorang menciptakan kebingungan sendiri, lalu memaksa orang lain ikut tersesat bersamanya. Dunia tidak lagi diam; justru terlalu ramai oleh simbol, keluhan, dan isyarat samar yang tidak pernah bermuara.
Maka pilihan paling masuk akal bukanlah melawan, apalagi meluruskan. Melawan absurditas dengan logika sering kali hanya membuat kita ikut terjebak di dalamnya. Brehoh yang waras akan memilih mundur satu langkah, lalu dua. Bukan karena kalah, tapi karena paham: tidak semua kekacauan perlu ditata, dan tidak semua orang ingin diselamatkan.
Membiarkan seseorang “absurd sendiri” bukanlah tindakan kejam. Justru itu bentuk kejujuran. Kita mengakui keterbatasan peran kita, sekaligus menghormati keputusan orang lain untuk hidup dalam dramanya. Tidak semua panggung membutuhkan penonton setia. Tidak semua monolog perlu tepuk tangan.
Dalam jarak itu, keanehan menjadi jelas. Kita bisa melihat bahwa sebagian tulisan aneh bukanlah jeritan minta tolong, melainkan gema dari kebingungan yang dipelihara. Kita bisa tersenyum tipis, bukan mengejek, tapi memahami: oh, ini hanya seseorang yang belum selesai dengan dirinya sendiri.
Dan brehoh? Brehoh memilih diam. Memilih hidup yang lebih nyata, lebih tenang, dan tidak tergantung pada absurditas orang lain. Dunia sudah cukup aneh tanpa harus kita tambahi dengan drama yang bukan milik kita. Dalam keheningan itu, ada kebebasan—bebas dari kewajiban memahami yang tidak mau dipahami, dan bebas dari rasa bersalah karena tidak ikut tenggelam.
Karena pada akhirnya, yang benar-benar waras bukanlah mereka yang sibuk menjelaskan keanehan orang lain, melainkan mereka yang tahu kapan harus berhenti melihat, lalu melangkah pergi. (ame)
Previous article

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

0FansLike
3,912FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles